Senin, April 20, 2009

KEDAULTAN BANGSA PADA BAHASA YANG ADA DIMASYARAKAT

Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.

Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.
3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku).

Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.

Kedaulatan adalah suatu hak eksklusif untuk menguasai suatu wilayah pemerintahan, masyarakat, atau atas diri sendiri terdapat penganut dalam dua teori yaitu berdasarkan pemberian dari Tuhan atau Masyarakat.

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Apa hubungan ketiganya sehingga suatu bangsa bisa bergabung dalam suatu bangsa yang berdaulat. Akhir-akhir ini banyak bahasa yang telah hilang dari permukaan bumi telah diganti dengan bahasa baru yang lebih dimengerti para kaula muda, banyak perkataan yang tidak dimengerti sehingga komunikasi menjadi tidak tersambung. padahal bahasa adalah penghubung antara satu dengan yang lainya.

Bahasa bisa membuat kita mengerti apa yang disampaikan oleh seseorang atau suatu daerah tapi bahasa bisa juga membuat kita rendah atau direndahkan, kata-kata penghinaan bisa keluar dari mulut seseorang bila sikap dan tingkah laku menyimpang dari adat yang ada pada suatu daerah tersebut. Malah penghinaan bukan karena kelakuan kita yang membuatnya tapi karena rendahnya mutu dari bahasa yang ada pada suatu daerah yang hanya untuk merendahkan daerah yang menjadi musuh atau ketidak senangaan daerah tersebut.

Bagaimana kedaulatan bisa berhubungan dengan bahasa, kedaulatan bisa juga disebut kehormatan dan kekuasaan pada suatu bangsa. Bangsa yang berdaulat bisanya bisa menghormati bangsa yang ada di sekelilingnya walaupun bangsa yang ada disekitarnya itu mempunyai kekukarang dari bangsa itu sendiri, bukan dalam islam kitatidak boleh merendahkan manusia, manusia itu sama di mata ALLAH swt mengapa harus saling merendahkan dengan menggunakan bahasa yang membuat bangsa-bangsa lain terhina.

dalam QS Albaqarah ayat 11-12
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ(11)

أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ(12)

11. dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi*". mereka menjawab: "Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan."
12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

*Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.

di kedua ayat ini mengenai kerusakan yang dibuat oleh orang kafir menggunakan bahasa mereka untuk menghancurkan islam.

Apakah ingin membuat kerukasan dan dikelompokkan dalam orang-orang kafir, dalam menggunakan bahasa baiknya menggunakan kata-kata yang baik. Seperti pepatah yang mengatakan lidah tak bertulang yang membuat kata-kata keluar begitu saja tanpa harus memikirkan perasaan yang mendengarkan, ada pula yang mengatakan lidah lebih tajam dari sebuah pedang dan kata-kata adalah senjata.

Dengan bahasa kita bisa dikenal orang dengan bahasa juga kita bisa dihancurkan, kata-kata bisa saja berarti bila kita tahu apa yang akan disampaikan bila yang mendengarkan tidak tersinggung hatinya dan paham apa yang disampaikan

Bahasa yang ada sekarang lebih banyak menggandung penghinaan dikarenakan sifat sentimentil dari satu daerah yang melihat daerah lain mempunyai kelebihan atau sebuah kekurangan dalam segala hal, dengan menggunkan bahasa tersebut bangsa kita bisa lebih sehingga bahasa tersebut selalu digunkan dan terus dipakai sehingga menjadi fenomena gunung es.

Apalah arti sebuah penghinaan yang akan terus menggrodoti hati disetiap orang-orang yang menggunkannya. Kadang kala sebuah kata sanjungan pon harus mengikut sertakan penghinaan sehingga makna dari sanjungan tersebuat hilang dan tidak mempunyai arti lagi.

Bangsa yang berdaulat harusnya memberikan sebuah solusi pada bangsa yang masih mempunyai kekurangan bukannya penghinaan, cacian, makian bahkan membuat bangsa tersebut tidak mempunyai kelebihan yang ada di dalam bangsa tersebut.

Masyarakat yang ada dalam bangsa berdaulat harusnya bisa menjaga bahasa dan tata cara mereka melafazkannya, kata-kata yang menghasut, menghina, dan mencaci kalau tidak dikeluarkan bisa menjadi penyakit yang akan membuat hati dan pikiran gundah, risau. Begitu pula kalau kata-kata tersebut dilafazkan membuat pikiran dan hati risau "apa yang harus dilakukan untuk membuat mereka hancur pada esok hari".

Dalam Qs Ali Imron:29

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

29. Katakanlah: "Jika kamu Menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dalam Qs Al Maidah:52

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ

52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Mudah mudahan yang sedikit ini bisa merubah bangsa ini lebih baik dan mempunyai kedaulatan yang akan di akui oleh bangsa-bangsa lain